

Marga Mulya Yogyakarta disambut oleh sang raja Yogyakarta, Kamis, 13 November 2025. Bertempat di Gedong Wilis, kantor Gubernur D.I. Yogyakarta, raja Yogya yang penuh kharisma ini menyambut perwakilan GPIB Marga Mulya dengan ramah dan penuh kehangatan.
Dalam kunjungan yang sangat disyukuri ini, rombongan GPIB Marga Mulya diwakili oleh Pdt. Jimmy M. I. Sormin (Ketua Majelis Jemaat), Pnt. Hans Tosema (Ketua 2), Pnt. Marthen Luther Lere Dawa (Ketua 3), Pnt. Sri Widati (Ketua 5), Dkn. Retno Sukesi (Sekretaris 2), dan Vikaris Dalla Niken Utari.
Percakapan dengan Ngerso Dalem diawali dengan penjelasan mengenai maksud permohonan audiensi ini oleh Pdt. Jimmy Sormin. Penjelasan tersebut menekankan harapan GPIB Marga Mulya untuk menjadi bagian utuh dari situs cagar budaya di Yogyakarta, serta dukungan pengembangan pariwisata Yogyakarta. “Gereja GPIB Marga Mulya siap mendukung pengembangan pariwisata di jantung kota Yogyakarta; menjadi gereja wisata, yang terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan belajar tentang sejarah maupun keberagaman” jelas Pdt. Jimmy Sormin kepada Sri Sultan.
Pdt. Sormin mengungkapkan bahwa gereja tertua di Yogyakarta ini tidak sebatas gedung gereja yang hanya dapat digunakan dan dikunjungi oleh umat Kristen untuk beribadah, Marga Mulya dapat menjadi salah satu destinasi utama para wisatawan ketika berkunjung ke kawasan Malioboro.
Di balik mimpi atau harapan itu, Pdt. Sormin juga menjelaskan bahwa ada beberapa kendala yang memengaruhi penatalayanan gereja. Terkait kondisi gedung gereja yang sudah sangat tua, terlihat kerusakan atau kelapukan di banyak bagiannya. Sehingga, Marga Mulya sejak lama memiliki kerinduan untuk direnovasi dan revitalisasi. “Gedung gereja kami yang sudah tua, tanpa renovasi dapat berdampak pada kerusakan yang lebih jauh, juga berisiko menimbulkan korban,” ungkap Pdt. Sormin.
Selain itu, hal yang juga menjadi kendala ialah perihal lahan parkir yang tidak teroganisir dengan baik, alias parkir liar, yang tak jarang berdampak pada konflik dengan jemaat atau simpatisan. “Kami berharap cita-cita restorasi sumbu filosofi yang diinisasi Ngerso Dalem, juga terjadi dengan menetralisasi area di sekitar gereja yang akhir-akhir ini sudah tidak tertata. Bisa dibuat seperti area Titik Nol, ada ruang publik yang nyaman dan indah,” harap Pdt. Sormin
Pnt. Sri Widati melanjutkan percakapan yang ada dengan mengingatkan bahwa menurut catatan sejarah, gedung gereja “Marga Mulya” pada masa Sri Sultan Hamengkubowono VI pernah rusak akibat gempa, dan direnovasi beliau membantu sampai seperti sekarang, sudah sangat lama, lebih dari 1 abad yang lalu. Sehingga, besar harapannya pada masa kini Sri Sultan Hamengkubuwono X juga turut merenovasi bangunan yang menjadi saksi sejarah Yogyakarta ini.
Pnt. Hans Tosema juga memberi penjelasan tambahan mengenai kegiatan pelayanan gereja, secara khusus Sekolah Minggu (IHMPA), yang tidak lagi nyaman dikarenakan ruangan di gereja yang tidak lagi representatif untuk memfasilitasi pelayanan tersebut. Ia menjelaskan tentang peluang yang bila memungkinkan untuk Marga Mulya dapatkan pula dari pemanfaatan gedung-gedung pemerintah yang berada di sekitar gereja, atas dukungan Sri Sultan.
Sri Sultan pun merespons seluruh penyampaian tadi dengan positif. Penyampaian yang diwarnai dengan canda dan kehangatan sang raja menekankan pernyataan positif beliau untuk mendukung renovasi gereja GPIB Marga Mulya. Beliau mengarahkan untuk segera bersurat kepada beliau, mengenai permohonan dukungan renovasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), serta pembentukan tim untuk assessment dan perenovasian gereja. Setelah itu akan ditindaklanjuti oleh bidang-bidang terkait di Pemprov.
Dengan keinginan yang sama untuk Malioboro tertib, nyaman, dan indah, Sri Sultan juga berharap segera terjadi perubahan yang signifikan dalam perawatan dan penertiban destinasi wisata favorit dari kota yang terbuat dari “rindu” ini. Wacana untuk menutup total jalan utama Malioboro bagi kendaraan bermotor kemungkinan terealisasi pada tahun 2026 mendatang.
Audiensi yang berlangsung hampir satu jam ini diakhiri dengan foto bersama, serta ungkapan KMJ Marga Mulyo berupa dukungan doa bagi kesehatan, kebahagiaan, hikmat dari Tuhan bagi sang Pemimpin tanah Jawa.
