KUNJUNGAN OIKOUMENIS PKP GPIB MARGA MULYA KE SUSTERAN CAROLUS BORROMEUS

Kegiatan Pelkat
Oleh: Pdt. Boydo Rajiv Hutagalung / Ketua III PHMJ GPIB Marga Mulya, Yogyakarta

Selasa, 1 Oktober 2024 lalu, Pelkat Persekutuan Kaum Perempuan GPIB Marga Mulya mengadakan kegiatan 𝙆π™ͺπ™£π™Ÿπ™ͺπ™£π™œπ™–π™£ π™Šπ™žπ™ π™€π™ͺπ™’π™šπ™£π™žπ™¨ ke Susteran Cinta Kasih Carolus Borromeus, Yogyakarta.

Silaturahmi ini kami lakukan dalam “spirit bulan Oktober”, di mana kami akan memperingati: HUT ke 76 GPIB, HUT ke 167 GPIB Marga Mulya Yogyakarta, dan peringatan Hari Reformasi Gereja Protestan.

Seperti nama jemaat lokal kami, “Marga Mulya” yang artinya “Jalan Kemuliaan”, maka kami dalam semangat HUT kami berkerinduan untuk membuka “jalan-jalan kemuliaan”, di antaranya dalam bentuk dialog dengan saudara-saudari lintas gereja.

π™Žπ™€π™†π™„π™‡π˜Όπ™Ž π™Žπ™€π™…π˜Όπ™π˜Όπ™ƒ π™Žπ™π™Žπ™π™€π™-π™Žπ™π™Žπ™π™€π™ π˜Ύπ™„π™‰π™π˜Ό π™†π˜Όπ™Žπ™„π™ƒ π™Žπ™. π˜Ύπ˜Όπ™π™Šπ™‡π™π™Ž π˜½π™Šπ™π™π™Šπ™ˆπ™€π™π™€π™Ž
Pukul 16.00 kami tiba di Postulat dan Novisiat Suster-Suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus. Kami disambut dengan sangat ramah oleh tiga perwakilan suster CB di sana. Mereka menceritakan kepada kami histori pelayanan mereka. Awal karya kerasulan (pelayanan) mereka dimulai di Maastricht, Belanda. Selain membiara, para suster CB melakukan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, pastoral dan sosial. Misi itu dilakukan ke berbagai tempat di dunia yang membutuhkan itu. Tahun 1918 mereka pun memenuhi panggilan untuk melayani masyarakat di Indonesia.

Susteran CB berkembang luar biasa di Indonesia. Pelayanannya tersebar di berbagai Provinsi dan Kota di Indonesia. Ada Rumah Sakit, Klinik, Sekolah, Asrama Siswa, Postulat dan Novisiat, dll. Sebagian unit pelayanan mereka ada di Jogja. Di antaranya yang paling familiar dengan kami selama ini, yaitu Rumah Sakit Panti Rapih dan sekolah Katolik Stella Duce.

π™π™Šπ™π™ 𝙆𝙀𝙇𝙄𝙇𝙄𝙉𝙂 π™Žπ™π™Žπ™π™€π™π˜Όπ™‰ 𝘾𝘽
Kami juga diajak keliling Postulat dan Novisiat, yang merupakan tempat pembentukan tahap awal bagi mereka yang ingin mengabdi sebagai suster-suster CB. Mulai dari ruang seminar, lalu ke lokasi dengan gapura yang sangat indah, bergaya Eropa, yang rupanya adalah replika Biara Induk mereka di Maastrict, Belanda.

Kemudian kami menyusuri jalan setapak yang semakin ke tengah, semakin asri dan ditumbuhi banyak sekali pepohonan. Kami sangat surprised, sebab tak mengira kalau di tengah hiruk pikuk kota Jogja ada lokasi yang teramat teduh, asri, dan indah seperti di Susteran CB itu! Selama perjalanan, ada beberapa warga jemaat anggota PKP kami yang sepakat bahwa salah satu jati diri situs-situs Katolik adalah “Bersih, Teduh, Tertata Rapih, Nyaman”.

Kami berhenti sejenak di satu gedung yang adalah Rumah Pembuatan Hosti untuk Ekaristi. Mereka melayani pemesanan Hosti se-Keuskupan Agung Semarang (artinya hampir seluruh Jawa Tengah dan D. I. Yogyakarta). Mereka juga mengolah bagian pinggiran sisa cetakan lingkaran Hosti menjadi snack ya lezat. Aku bertanya kepada suster Fernanda, “Siapa yang bekerja di sana?” Ternyata Susteran CB mempekerjakan warga sekitar. Jadi, melalui unit pelayanan pembuatan hosti, Susteran CB melayani kebutuhan gereja-gereja Katolik, mengupayakan kemandirian dana, serta membuka lapangan pekerjaan untuk kesejahteraan warga di sekitar susteran. Wow!Β  Betapa holistiknya pelayanan kaum perempuan Katolik ini!

π™π™Šπ™π™ˆπ˜Όπ™Žπ™„ π™Žπ™‹π™„π™π™„π™π™π˜Όπ™‡π™„π™π˜Όπ™Ž π™‹π˜Όπ™π˜Ό π™Žπ™π™Žπ™π™€π™
Perjalanan berlanjut ke bagian belakang Susteran. Di sana ada areal kuburan para Suster CB yang telah berpulang kepada Sang Mempelai Agung, Tuhan Yesus Kristus. Bahkan kuburan saja, luar biasa indah dan rapinya, bagaikan taman! Di sana terdapat patung dukacita Bunda Maria yang memanggu jasad Yesus. Lalu di sekelilingnya ada Diorama Jalan Salib. Salah seorang suster menjelaskan bahwa meski tempat itu kuburan, tetapi sekaligus menjadi tempat untuk formasi pembentukan spiritualitas para suster. Mereka rutin mengadakan refleksi, meditasi, Jalan Salib di sekitar Kuburan itu. Dengan demikian para suster terus memiliki kesadaran akan dukacita, kefanaan, kesementaraan hidup.

Kami melangkah lagi, melihat ada beberapa rumah-rumah kecil. Di sanalah para Postulat atau calon suster tahap awal tinggal. Tempatnya bagus sekali. Di huni oleh 4 orang calon suster tiap rumah. Suasananya memang dibuat seperti kontrakan bersama tujuannya sebagai transisi dari suasana hidup di keluarga ke hidup membiara. Lalu di sisi lain ada gedung tunggal terdiri dari kamar-kamar yang jauh lebih sederhana. Nah di sanalah para Novisiat atau Suster Kaul Sementara dan Suster yang Kaul Kekal tinggal. Jadi tempatnya dibuat lebih sederhana karena semakin matang spiritualitas mereka, semakin mereka menghayati kehidupan serba sederhana dan terbatas fasilitas.

Di sana juga ada sebuah kapel. Ada beberapa perempuan berpakaian biasa tampak sendiri-sendiri duduk berdiam merenung. Ada yang sambil menatap Salib Kristus, Patung Bunda Maria, juga yang sedang membaca Kitab Suci. Seorang suster menjelaskan pada kami bahwa sore hari adalah waktu pribadi mereka untuk melakukan meditasi pribadi selama minimal 1 jam. Hal ini penting sekali bagi mereka karena kekuatan mereka untuk hidup membiara dan melakukan karya kerasulan ada pada kekuatan rohani yang diperoleh melalui hubungan pribadi bersama Tuhan Yesus.

Kami mengambil foto bersama di depan tulisan Postulat dan Novisiat serta patung Yesus yang berdialog dengan seorang perempuan Samaria. Ini merupakan simbolisasi kedekatan Yesus dengan kaum perempuan untuk membarui iman dan spiritualitas mereka.

“Tour de Susteran” belum selesai. Kami semakin terpesona karena kami di bawa ke Pusat Pembinaan Spiritualitas Susteran CB, yang menyediakan Museum Spiritualitas Suster CB! Sekelas museum modern, mereka menampilkan sejarah pelayanan Susteran CB dan Spiritualitas yang mereka hidupi di museum itu. Kami menjadi semakin jelas dengan latar belakang sejarah dan apa-apa saja yang mereka hayati serta lakukan. Keren abis!!!!

π˜½π™€π™‡π˜Όπ™…π˜Όπ™ π˜Ώπ˜Όπ™π™„ π™†π˜Όπ™π™”π˜Ό π™†π™€π™π˜Όπ™Žπ™π™‡π˜Όπ™‰ π™Žπ™π™Žπ™π™€π™ 𝘾𝘽
Akhir dari kunjungan kami adalah menikmati snack dan beberapa tanya jawab. Pukul 18.30 kami selesai, berterimakasih sebanyak-banyaknya kepada para suster yang memberikan berkat pembelajaran dan pembinaan iman bagi kami, lalu pamit pulang.

Dari kunjungan oikoumenis ke Susteran CB, kami menemukan banyak sekali “harta karun”. Kami belajar tentang bagaimana kaum perempuan Katolik bertumbuh secara spiritualitas tetapi juga berbuah konkrit dalam pelayanan di berbagai bidang sosial kemasyarakatan.

Harapan Pelkat PKP dan GPIB Marga Mulya, melalui kunjungan yang kami laksanakan dalam rangka HUT GPIB dan Hari Reformasi Gereja Protestan, semoga persaudaraan lintas gereja terutama Protestan dan Katolik semakin baik.

Terima kasih saudari-saudari perempuan Katolik kami, para abdi Kristus! Kehadiran para Susteran CB telah menjadi berkat bagi semua orang! Tuhan terus memberkati setiap suster CB dan karya kerasulan yang dikerjakan demi kemuliaan Kristus dan damai sejahtera bagi manusia! []brh